Thursday, January 05, 2012

sexiest men alive *my version*

Di twitter gue sering nyampah nge-mention enggak jelas para idola gue. Hihihi. Ya, sebagian besar idola gue dalam hal bermusik. Entahlah, lelaki yang bisa main musik itu keliatan keren. Hehehe. Pengen tau kayak apa sih sexiest men alive versi gue? Seksi itu enggak harus seronok ye. Macam pria-pria bintang film porno. #whoops. Seksi yang gue maksud bukan dari segi tampang doang, tapi skill mereka. :) Pendapat gue? Check this one out!

1. Jangan jauh-jauh ke luar negeri dulu deh. This one is my one and only favorite actor from my country, Indonesia. Yup, Nicholas Saputra. Bukan berarti acting aktor Indonesia lainnya enggak ada yang bagus lho.


Itu foto acting dia di GIE. Gue suka sama acting-nya mulai dari peran dia sebagai Rangga di film Ada Apa Dengan Cinta? Dua jempol deh buat bakatnya. :)

2. Masih dari dunia acting, tapi nyebrang benua. Willy Wonka, eh, Jack Sparrow, eh, Johnny Depp maksudnya. ;)


Siapa yang berani mempertanyakan bakat acting-nya??? Enggak ada alasan enggak suka sama om yang satu ini. :p

3. Let's move! Jaman SMP gue ngedenger satu lagu dari abang ini dan gue super duper suka sama suaranya yang uwm... rasakan sendiri sensasinya... I love his voice, I love his songs. ;) Yesssh! John Mayer.


Udah denger lagu Heartbreak Warfare-nya belum? Pertama gue ngedenger itu lagu, meskipun gue enggak lagi patah hati, gue mendadak ngerasain gimana sakitnya patah hati. Saluuuuuuuuuuuuuuuut!

4. Patrick Stump. Lelaki cool ini terkenal karena eksistensinya sebagai vokalis dari Fall Out Boy. Setelah Fall Out Boy mengumumkan 'hibernasi'nya, Patrick memilih untuk melakukan solo karir yang bener-bener SOLO. Maksudnya, dia nulis lagu, main alat musik, nyanyi, dan segala macamnya sendiri. Ngerti? SENDIRI. Ini yang dia kerjain di album solo pertamanya Soul Punk.



Masih enggak ngakuin skill bermusiknya? Kelewatan!!!!
And do you know? His voice is my favorite EVER! ;) Dan ini perbedaan gaya dan berat badan dia dari jaman FOB sama jaman solo karir. Hehehehe..


5. Pete Wentz masuk list the sexiest men alive versi gue karena gayanya kalau lagi manggung. ;)


Masih dari Fall Out Boy, meskipun dia cuma bassist dari band tersebut, dia merupakan ketua FOB. Bukan Patrick Stump yang jelas-jelas vokalisnya. Pertama suka Pete Wentz? Pas ngeliat dandanannya di video musik America's Suitehearts. Hahahaha. Lucu. Padahal jelek, tapi menurut gue itu keren. Nih!


6. Again, a man with guitar will always be my favorite. Ryan Ross. Ini dia pendiri Panic! At the Disco yang ujung-ujungnya malah keluar dari band tersebut. Dia banyak nulis lagu-lagu yang jadi hits dari P!ATD. Itu dia kenapa gue suka banget sama dia. ;) Tapi sayang ternyata passionnya di musik yang jadul. Makanya dia sama Jon Walker mutusin hengkang dari Panic! Dan bikin band beraliran jadul. Bedain sendiri gayanya jaman di Panic! sama di The Young Veins berikut.


Yup, waktu di Panic! gue paling suka kalau Ryan udah nyorat-nyoret mukanya kayak gitu. Sama kayak Pete Wentz. :">


Beda banget kan kerennya dia di Panic! sama gaya jadulnya di The Young Veins. TT__TT #nangisgarukgaruktanah

ini performancenya sama The Young Veins (-___-")



Salut banget karena dia mau ninggalin band yang udah besar dan punya banyak banget fans kayak P!ATD dan merintis band baru dengan aliran yang 180 derajat berbeda, mulai semuanya dari NOL. Gue yakin fans The Young Veins enggak sebanyak fans P!ATD, tapi Ryan berani ngambil resiko itu. Jelas banget orientasi bermusiknya bukan materi melainkan kepuasan bermusik. :) Dan menurut gue, kalaupun ada yang harus ninggalin P!ATD, itu Brendon Urie orangnya. Secara pendiri Panic! kan Ryan, tapi Ryan toh rela ngalah karena mungkin Panic! udah khas dengan vocal Brendon dan jenis musik yang seperti itu. Such a good man, Ryan. ;)

7. Mudah bagi gue mengakui kekerenannya. Tapi sulit mengakui bahwa dia ini mantan gay. Ouch! He's Gerard Way, frontman of My Chemical Romance. Gue suka MCR udah dari kelas 3 SMP. Awalnya gue enggak suka Gerard karena MCR selalu tampil dengan muka putih macam kesiram terigu. >___< Lagian gue enggak suka cowok gondrong. Gue cuma suka karya-karyanya sama MCR.


But as the time goes by.. TADAAAAAAAAA!


Tanpa terigunya, Gerard jauuuuuuuuuuuh lebih keren. ;)

Hahahaha.. Yup, itulah The Sexiest Men Alive versi gue. Gue lupa lagi siapa. Yang jelas banyak lah ya. Cukup 7 teratas aja buat sekarang. Hehehe. ;)

Wednesday, January 04, 2012

He is Arian..

Entah kenapa tiba-tiba kepikiran Arian. Iya itu si Arian Direksa Hardinata Putra
Hari ini pengen ngebahas tentang dia. Gimana dia bisa jadi tokoh dalam cerita yang gue buat. Hahaha..

Kira-kira kayak apa ya Arian dalam dunia nyata?

Arian itu anak hasil persilangan Jakarta (Nyokap) dan Bandung (Bokap). Hehehe. Umurnya 20 di awal cerita. Satu tahun lebih tua dari Dala. Sosok Arian yang gue gambarin selama ini tinggi dan punya berat badan proporsional, Ya gak kurus dan gak gendut. Dikutip dari sedikit bagian dalam cerita yang gue buat.
"Emang gue yang pendek apa Ryan yang tinggi, sih? Perasaan gue enggak pendek-pendek amat. Gue masih kelihatan sepadan sama sebagian besar temen-temen cewek gue di kampus. Tapi ternyata tinggi gue cuma sedagu Ryan. Setiap berdiri di samping dia pasti aja gue ngerasa kurcaci."

Kulit Ryan enggak item, tapi enggak putih. Sawo mateng kali ya. Rambutnya item, enggak pendek macem tentara! Tapi enggak gondrong. Punya poni lempar gaya remaja alay. XD Ilustrasinya gue coba googling dan entah kenapa ini yang paaaaaaaas banget. Tapi TOLONG! TOLONG JANGAN berimajinasi bahwa Ryan mirip Lee Min Ho. Ryan is Indonesian and not as hot as Lee Min Ho! >,< Cukup Rambutnya yang dibayangin.


RAMBUTNYA AJA EH!!

Oke, ini kutipan percakapan antara Jani dengan Dala.
"Ya Ryan memang enggak ganteng-ganteng amat, La, tapi enggak bisa dibilang jelek juga. Dan entah apa ada satu hal yang bikin Ryan tuh memang menarik di mata cewek."
Dengan kata lain Ryan itu charming lah. Kayak apa yang selalu Dala bilang.

Sifatnya Ryan itu... a lil' bit bad. Sedikit bad boy gitu lah ya. Pemberani, ngotot-an, cemburuan, kuliahnya berantakan sebelum kenal Dala. (ciyeeeeeeee..) Uco bilang jaman SMA Ryan suka berantem. (Gue yang bilang berarti ya. Secara gue author-nya. -,-)

Ciri khas Arian.. Ryan tuh kesehariannya ya cowok banget. Enggak 'boyband' lah pokoknya. Jelas dia kan bad boy, masa boyband. Yang paling Dala suka dari Ryan..............
"Ryan tuh kalau lagi 'sadar' bisa cowok banget. Tapi sometimes kalau dia lagi serius sama gadget-nya dan nemuin sesuatu yang lucu di sana, itu bisa jadi hal yang bikin dia keliatan 180 derajat berbeda. Kayak sekarang. Ryan sibuk sms-an entah sama siapa. Kebiasaan dia kalau lagi serius merhatiin ponselnya pasti dia ngegigit seluruh bagian bibir bawahnya dengan gigi atas. Dan begitu nemu hal yang lucu, dia senyum sambil masih menggigit bibir bawahnya. Itu senyum paling sempurna yang pernah gue liat."


Arian.. Kenapa gue milih nama itu? Enggak milih nama yang sedikit langka macam Suparno, Tarjo, Tukimin, dkk. O_o
Awalnya nama yang gue pilih Ryan doang, sih. Karena dalam masa pembuatan (#halah!) gue lagi suka sama ex-gitarisnya Panic! At the Disco, George Ryan Ross III atau yang lebih populer dengan nama Ryan Ross aja.




Yeah, that guy with guitar. Itu alasan kenapa Arian jago main gitar. Karena Ryan Ross jagonya soal gitar. Hahahaha. Tapi Arian enggak sekurus Ryan Ross. Suara Arian gak sebagus penyanyi kelas dunia. But he does can sing. Persis Ryan Ross. Suaranya gak bagus-bagus amat menurut gue, tapi dia toh jadi backing vocal juga di P!ATD. Dan di beberapa lagu dia juga jadi vokalis utama kayak di lagu Behind the Sea, atau dia dikasih porsi vokal yang sama dengan Brendon Urie sang vocalist of P!ATD di lagu Mad as Rabbits. Daaaaaan setelah resmi resign dari P!ATD Ryan Ross bikin band baru dengan nama The Young Veins dan dia jadi vokalisnya. Berikut ini salah satu performance live dari P!ATD favorit gue. Liat deh gimana Ryan Ross di sini. Dia sama Brendon bener-bener kerja sama urusan vokal. ;)



Nama Ryan dimodifikasi jadi Arian supaya matching aja sama nama panjangnya yang sebenernya kepanjangan. :p Finally, jadilah Arian Direksa Hardinata Putra.

So, that's Arian. Kayak apa sih Arian di dunia nyata yang kebayang sama lo? ;)

#curcol: if you like their performance based on the video above, liat deh video-video P!ATD live in Denver lainnya. Gue udah nonton semua dan gara-gara video-video itu gue mulai ngefans sama P!ATD dulu. Enjoy. :)

edisi kaga nyisir..






abaikan foto ini.. maaf.. lagi narsis.. XD

Tuesday, January 03, 2012

One Rainy December..


p.s.: I love this song a lot..

It's January. Yeah I know.
Sedikit flashback tentang bulan terakhir di tahun 2011 kemarin.

Desember..
Gue lahir di bulan Agustus, tapi entah kenapa gue lebih suka bulan Desember. Sebagian besar orang kan lebih suka sama bulan di mana mereka dilahirkan..
Entah kenapa menurut gue Desember punya suasana yang berbeda dibanding bulan-bulan lainnya. Akhir tahun yang selalu dihiasi hujan, iya, hujan, hal lain yang gue suka.

Desember itu bulannya mengenang. Mengenang apa aja yang udah terjadi selama setahun terakhir.
Desember itu bulannya persiapan. Nyiapin apa aja yang bakalan kita tuju di tahun berikutnya.

Gue orang yang sangat menghargai setiap kenangan. Mungkin itu alasan kenapa gue suka mengenang sesuatu. Mengabadikan suatu kenangan dalam bidikan kamera, dalam secarik kertas, dalam tulisan..

Januari 2011.. Gue masih bertatus mahasiswa di universitas yang udah ngasih gue banyak pelajaran berarti.
Februari.. Maret.. April.. Mei.. Juni.. Juli.. Agustus.. September.. Oktober.. November..
Terlalu banyak hal yang harus gue kenang di tahun lalu. Gue bersyukur semuanya berlalu dengan sempurna. Banyak hal yang enggak akan terlupakan. Banyak hal menyenangkan. Desember.. Waktunya gue memutar ulang setiap adegan dalam film kehidupan gue. Melihat apa yang salah, apa yang kurang, dan memperbaikinya di tahun yang akan datang. Melihat pelajaran apa yang bisa gue petik, dan menanamnya lagi untuk menjadi lebih baik.

Hujan di bulan Desember lalu, gue harap bisa membawa pelangi di tahun ini.. Apa masih ada Desember lainnya yang bakalan gue temui? Gue masih sangat berharap..

Thursday, December 22, 2011

(My) Mother's Day



Mama?
Her name's Sulastri. She was born on May 3rd in Banjarmasin. She's beautiful. And...

Speechless kalo bicara tentang Mama. Kalaupun harus dideskripsikan, gue lebih milih mendeskripsikan beliau ke dalam satu kata aja.
"SEMPURNA"
Beliau adalah bagian dari ibu-ibu terbaik yang ada di Dunia. :)
Mama bilang, dulu, waktu Mama tau bahwa beliau hamil gue, Mama hampir ngegugurin gue. Hehehe. Alasannya juga lucu. Apa? Ada deeeeh. Hahaha. Waktu bulan-bulan pertama hamil gue, Mama malah rajin olah raga berat macam maen volley ball. Tapi, meskipun akhirnya gagal, dan Tuhan tetap mempercayakan si Wenny Wardila ini sama Beliau dan Papa H.Wawan Cukaswan, Mama tetap ngejaga gue dengan sangat-sangat baik. Berusaha nyiptain suasana keluarga yang menyenangkan selama anaknya tumbuh semakin dewasa. Mendidik anaknya menjadi anak yang baik. Mama bahkan terlalu memanjakan anak-anaknya.

Ma, maafin eni yang belum bisa jadi anak yang terbaik. Belum bisa ngasih sesuatu yang bisa ngebuat Mama senyum, Mama seneng, Mama bangga. Belum bisa jadi anak yang berguna. Mungkin engga banyak kata yang bisa eni ucapin buat hari ini, tapi sampai kapan pun Mama tetap orang nomor satu yang eni sayang di dunia ini. Eni mungkin anak yang paling engga berguna yang pernah Mama lahirin, tapi eni yakin, rasa sayang eni yang TERBAIK untuk Mama. Terima kasih atas segalanya. SEGALANYA. I love you, Mom. ♥♥♥

Monday, December 12, 2011

Memories...


Aku lupa rasanya.
Aku lupa bagaimana rasanya ketika aku menulis sebuah kata di atas pasir pantai.
Aku lupa bagaimana rasanya ketika angin laut bermain dengan rambutku.
Aku lupa bagaimana rasanya ketika pasir-pasir membentuk setiap langkah kakiku.
Aku lupa bagaimana rasanya ketika kaki-kaki kecilku bergerak lincah menghindari sang ombak.
Aku lupa bagaimana rasanya ketika pasir pantai yang hangat menyapa punggungku yang berbaring di atasnya...
Menatap langit di kala mentari mengendap malu meninggalkanku.
Bisakah aku kembali ke sana?
Biarkanlah aku mengingat semuanya.
Suatu hari, sebelum aku mati, bawa aku ke sana.
Mengingat satu kali lagi semua rasanya.
Tinggalkan aku sendiri kala matahari belum berani memandangku.
Biarkan aku berbicara dengan kegelapan yang menjawab lewat bisikan merdu ombak.
Bisakah aku kembali ke sana?

_WEIRDilawenny_


Pictures: weheartit.com

Saturday, December 10, 2011

My Prayer..

Dari sekian banyak hal yang gue punya di dunia ini, cuma keluarga gue yang paling berharga. Keluarga sederhana yang selalu bikin gue ngerasa nyaman. Engga ada hal yang lebih nyenengin dari pada masa-masa gue kumpul sama semuanya. Papa, Mama, Aamry, Acandra, Teh Wiwi, gue. Dulu, sebelum ada Kakak-kakak ipar gue dan keponakan super duper lucu. Teh Anti, Teh Nena, Azkha. Semua selalu bikin gue ngerasa bahwa kita keluarga paling bahagia yang pernah ada.

Satu per satu mereka pergi. Aamry pergi setelah menikah dengan Teh Anti. Gitu juga Acandra dengan Teh Nena. Meskipun rumah mereka engga jauh, sedih rasanya setiap tiba waktu di mana mereka harus pergi ke tempat kerja mereka. Aamry dengan Acandra kerja di kapal pesiar dan pulang paling cepet sepuluh bulan sekali. Rasanya jadi jarang punya moment sama-sama kaya dulu.


Ditambah lagi Teh Wiwi yang sekarang udah kerja di luar kota dan pulang seminggu sekali doang. Rumah semakin kerasa sepi. Tiap malem cuma gue sendiri di lantai atas rumah. Sendiri, mikirin keadaan rumah yang dulu rame. Sekarang baru satu bulan Aamry datang ke Indonesia, Februari nanti dia berangkat lagi, dan tanggal 12 ini Acandra udah harus pergi lagi. Engga tau kapan kita berempat (Aamry, Acandra, Teh Wiwi, gue) bisa ngumpul lagi. Gue takut setiap kakak-kakak cowok gue berangkat segitu jauhnya. Kerja di laut yang bahkan engga ada satu hal pun yang bisa mereka lakuin seandainya sesuatu hal yang buruk terjadi. Yang bisa gue lakuin cuma berdoa untuk mereka.Jika memang takdirnya pun jangan sampai mereka Tuhan ambil di tempat yang begitu jauh dari keluarganya. Berikan mereka keselamatan, Tuhan. I love them more than anything I have. Amin.





Terima kasih telah memberikan hamba kakak-kakak yang sempurna, yang selalu memberi hamba kekuatan untuk tetap berdiri di kala hamba harusnya terjatuh. Terima kasih telah memberikan mereka sebagai kakak hamba, yang selalu menjadi motivasi hamba untuk bisa sukses seperti mereka. Terima kasih Tuhan. Jagalah mereka, lindungi mereka selalu..

Friday, December 09, 2011

Ngelawan Sinetron!!!

Waktu gue bikin 'khayalan' tentang Dala dan Ryan, sebenernya gue bikin tokoh Ryan itu dari keluarga biasa, lho. Hidupnya sederhana, bukan seorang owner cafe dan anak orang kaya. Kenapa gue ganti? Bukan karena gue ngayal pengen punya cowok tajir lho! Serius! Gue engga pengen cowok tajir. Makanya Dala nolak Ryan mati-matian gara-gara itu, meskipun akhirnya diterima karena Ryan berhasil ngeyakinin Dala. Gue bikin Ryan jadi tajir itu gara-gara suatu hari gue engga sengaja nonton sinetron yang lagi nyokap tonton. Si orang tua yang tajir engga setuju anaknya pacaran sama orang miskin. Makanya gue bikin cerita bahwa nyokap-bokap Ryan -meskipun bokap-nyokap tiri- setuju dia berhubungan sama Dala yang sederhana. Hampir semua sinetron gitu, kan! Hubungan dilarang orang tua karena harta. -,- apadeeeeeeh! Kali-kali beda, kek.

Ada juga adegan cewek-cewek tomboy yang kewalahan, keseleo pas pertama kali pake high heels. Engga semua tuh! Gue tomboy tapi jago pake high heels pas pertama kali. Lancarrrrrr. Meskipun converse tetep THE BEST! Makanya gue BANTAH lagi semua sinetron dan film tentang cewek tomboy. Pemeran utama tuh selalu yang paling ganteng atau paling cantik. Gue ciptain Ryan itu engga ganteng, tapi charming luar biasa. Hahahaha.. Eh, ganteng sama charming beda, ya! Engga semua cowok ganteng itu enak di liat! Tapi kalau cowok charming udah jangan ditanya deh! Yang charming juga bukan yang ganteng doang.

Tadi lagi baru aja nonton salah satu drama korea yang dibintangin sama Kim Hyun Joong sama Jung So Min. Di sana ada tokoh yang nyedihiiiiiiiiin banget. Mana ganteng lagi. #PLAK! (Maaf, malah curcol). Tu cowok ceritanya udah 4 tahun ngejar-ngejar si cewek, ngelindungin tu cewek meskipun dia tau bahwa si cewek suka sama cowok lain. Mirip-mirip tokoh Lee di cerita yang gue bikin, sih. Lee suka sama Raya, tapi Raya ngeceng berat sama Friza. Ya, ada bedanya, kok. Kalau Lee nyembunyiin perasaannya, malah ikut nyomblangin Raya sama Friza. Sementara si tokoh bernama Bong Joon Gu ini blak-blakan sama perasaannya dan ga suka si cewek ngedeketin cowok kecengannya itu.

Bagian yang pada akhirnya setelah penantian 4 tahun si cewek mau juga diajak nge-date seharian + dia ngeberaniin diri buat ngelamar si cewek hari itu yang bikin gue sedih. #DramaQueenKumat Kenapa sih harus ada tokoh sekasian si Joon Gu. Jelas lah ending-nya si cewek enggak mungkin sama dia. Orang dia bukan pemeran utamanya. KENAPA?? KENAPA??

(waktu Oh Ha Ni sama Bong Joon Gu nge-date)


Menginspirasi gue untuk bikin cerita di mana si "Bong Joon Gu" ini justru jadi pemeran utama. Biar ga nguras hati! #eaaaaaa.. Ya Bong Joon Gu, DAEBAK! Coming soon, deh. Ide ceritanya udah ada di otak. Cuma gue mau nyelesein HUNDREDS SONGS FOR DANELLA dulu yaaaa.. *btw itu judul yang gue bikin buat cerita Dala sama Ryan. Hahahahaha.. Sabarlah menanti.. :)

Pictures source: MBC

Thursday, December 01, 2011

Teringat Raya & Lee..

Angin masih berhembus. Kencang. Dingin. Tapi enggak sedikitpun gue berniat untuk beranjak dari sini. Masih gue pegang kuat-kuat dada gue dengan telapak tangan kanan gue. Sakit di sini. Dada gue penuh dengan perasaan paling hancur yang pernah gue alami selama hidup gue. Sesak. Sakit luar biasa.

Ngedenger lo ngucapin kalimat itu dengan wajah datar tanpa ekspresi sedih sedikitpun apa gue harus percaya? Ini konyol. Tapi kenapa di detik yang sama gue ngerasa semuanya mulai berubah? Rasanya kayak ngeliat matahari terbit di tempat yang enggak seharusnya. Dunia gue bakalan segera binasa. Gara-gara satu kalimat itu..

“Gue beneran kena tumor otak.”

Mungkin gue baru aja terjun bebas dari puncak gedung tertinggi di kota ini sejak lo bilang kalimat itu. Tiap detik gue berusaha ngeyakinin diri gue bahwa gue punya parasut yang bakalan nyelamatin gue. Tapi akhirnya nihil. Gue akhirnya tiba di dasar. Tiba di dasar perasaan takut yang selama ini menggerogoti gue pelan-pelan.

Gue rindu lo yang dulu.

“Eh, di depan itu ada belokan! Kalo gue ngebut-ngebut terus tiba-tiba ada mobil, kan engga lucu! Bisa-bisa jadi headline di majalah sekolah. ‘Lee Ferdinand, cowok terkeren ke-3 di sekolah koma gara-gara tertabrak mobil ketika sedang naik sepeda bersama temannya yang gila!!’. Mau ditaro di mana ni muka!”

Meskipun penyakit itu ngubah lo jadi orang yang sama sekali engga gue kenal…

“Gue bukan anak kecil yang harus diatur-atur! Gue tahu apa yang gue lakuin dan lo engga punya hak buat ngasih gue nasihat. Umur lo aja masih di bawah gue, jadi engga usah sok-sok ngatur gue.”

Gue tetep sayang sama lo, Lee.

Hari ini gue udah tiba di dasar gedung. Prediksi gue bener. Gue sampai di dasar dengan kondisi yang abstrak. Gue hancur. Gue bukan siapa-siapa lagi tanpa sahabat yang bisa dibilang belahan jiwa gue. Separuh nafas gue, bahkan sebagian besar.

Lo enggak di sana, di ruang rawat lo yang jadi saksi dua minggu perjuangan hidup lo untuk gue. Di sana cuma ada Bokap-Nyokap lo, Friza, Ovi, Alexa, Reva, dan Daryl, menangis… Jantung gue diambil secara paksa.

Mereka bilang cuma nama gue yang lo sebut waktu lo bangun dari koma selama satu minggu. Enggak ada kata lain. ‘Raya’. Meski sesaat. Maaf gue engga ada di sana. Ngedenger untuk terakhir kalinya lo manggil gue dengan sebutan ‘Bocah’. Sama kayak pertemuan pertama kita dulu. Sama kayak tiga tahun terakhir ini.

“Gue enggak tahu apa masalah lo. Yang jelas ini MOS. Senior paling enggak suka ngeliat murid baru senyolot lo. Kalau enggak suka kenapa lo ikut? Berhubung lo udah di sini, lo ikutin peraturan mereka. Mereka engga akan nyakitin lo. Kalau ada yang macem-macem lo bilang sama gue. Biarpun keliatannya lo lagi kacau, otak lo masih beres, kan? Lo bisa nginget nama gue? Lee Ferdinand. XI IPA B. Gue pertaruhin nama gue kalau panitia berani macem-macem sama lo. Ngerti, Bocah?”

Sekarang gue cuma bisa duduk di atas tanah yang belum kering dari air mata gue ini, tepat di samping nisan bertuliskan nama lo. Gue pernah ditinggal kakak kandung gue yang meninggal dengan cara tragis. Tapi saat itu ada Radit yang ngebantu gue bangkit, sahabat yang juga pacar satu hari gue. Beberapa tahun kemudian Radit juga meninggal satu hari sebelum MOS kita di SMA yang akhirnya mempertemukan gue sama lo, senior sok baik yang akhirnya jadi tali di mana hidup gue bergantung selama ini. Udara yang ngembaliin hidup gue lagi setelah kepergian Radit. Bahkan hidup gue enggak pernah sebaik sama lo.

Hari ini gue nangis sendiri. Enggak ada lagi yang bisa bikin gue bangkit, bahkan Friza sekalipun, cinta mati gue. Lo enggak bisa ngehapus air mata gue kayak biasanya. Dan bodohnya kali ini lo penyebab air mata gue jatuh.

Gue engga bisa lagi ngebayangin semua tentang masa depan gue. Tanpa lo, gue bakalan jalan di tempat yang sama.

“Lo engga tahu gimana gue ngerasa bego, ngerasa cuma seorang budak yang bersedia jadi pelayan setia untuk lo. Karena gue tahu lo butuh gue waktu Friza engga ada aja. Gue tempat sampah buat lo, Ra!”

Apa sekarang lo udah bisa baca isi hati gue, Le? Lo tahu, kan bahwa gue enggak pernah nganggap lo sebagai tempat sampah? Meskipun gue enggak bisa ngebalas perasaan cinta lo sama gue sejak pertemuan pertama kita sampai hembusan nafas terakhir lo, gue bakalan ngorbanin apapun yang gue punya untuk dipertemukan sama lo lagi seandainya ada kehidupan ke dua. Saat itu gue bakalan milih lo untuk jadi orang yang gue cinta, bukan Friza.

“Iya!!! Gue sayang sama dia! Gue mau hubungan gue sama dia lebih dari apa yang udah gue dapet! Lebih dari itu gue suka, gue sayang, gue cinta sama dia! Tapi kenapa saat gue mulai punya keberanian buat ngungkapinnya Raya malah bilang kalau dia suka sama lo? Padahal jelas-jelas kalau gue kenal sama dia jauh sebelum lo kenal dia!”

“Oke, gue sayang sama lo, atau tepatnya gue jatuh cinta sama lo. Tapi yang gue engga ngerti dari lo, lo itu nganggap perasaan ini suatu kesalahan. Sumpah, Ra! Kalo gue bisa ngendaliin perasaan ini, gue sama sekali engga mau ngasihin hati gue sama sahabat gue sendiri, tapi gue bisa apa? Gue engga bisa ngelak, Ra! Sejak awal ketemu lo gue sadar kalo gue cinta sama lo apa pernah gue maksain perasaan ini? Gue berusaha nyembunyiin semua ini karena gue engga mau lo benci sama gue. Awalnya gue pikir gue bisa milikin lo. Tapi begitu lo bilang bahwa lo nganggap gue sebagai kakak lo sendiri gue ngalah. Waktu anak-anak ngejodohin lo sama Friza apa gue marah? Malahan gue ikut ngebantu. Karena ngeliat lo seneng aja itu udah cukup buat gue sekalipun gue sakit banget! Parahnya lagi waktu lo minta gue untuk janji supaya engga ada perasaan lebih di antara kita. Tapi gue tetap nurutin mau lo itu. Sejak itu gue berusaha ngelupain lo tapi engga gampang, Ra!”

“Itu alasan lo kayak gini?! Yang seharusnya marah sejak dulu itu gue, Za!!! Gimana selama kurang lebih setahun gue berusaha ngebuat Raya ngerasain perasaan yang sama dengan gue, tapi tiba-tiba lo datang ke kehidupan dia dan ngubah semuanya!! Gimana selama ini gue berusaha ngebuat Raya bahagia meskipun itu selalu ngebunuh gue!! Lo dengan seenaknya jadian sama Raya sementara bertahun-tahun gue nahan penderitaan luar biasa karena harus ngeliat dia dibahagiain sama cowok lain!! Gue yang harusnya marah!! Gue!! Bukan lo!!”

Lele, makasih udah jadi warna yang cerah untuk hari-hari gue selama ini. Mulai saat ini semua enggak akan sama. Gue janji gue bakalan terus bertahan hidup meski pun sekarang gue harus jalan sendiri dengan serangan menyakitkan di tiap detik gue inget semua kenangan kita.

“Mungkin otak gue bakalan beda kelak. Bakalan nyuruh gue bertindak kasar sama lo. Enggak akan ngelindungin lo lagi. Cuma itu ketakutan gue saat ini. Maafin gue kalau itu terjadi. Lo tahu itu bukan gue yang sebenernya. Lo tenang aja. Selama hati gue masih berfungsi dengan baik, dia bakalan nuntun gue tetap jadi Lele lo. Toh sejak awal ketemu lo otak gue memang enggak berfungsi dengan baik. Selalu hati yang bicara. Beruntunglah gue enggak kena kanker hati.”


“Gue tahu lo di sini, Le! Gue tahu kita memang udah pisah, tapi lo engga pernah bener-bener ninggalin gue. Lo pasti bakalan terus ada sama gue. Maafin gue, Le! Seandainya ada kehidupan selanjutnya, gue bakalan ngejadiin lo cowok yang gue cinta, bukan cowok yang cuma gue sayang.”
“Kalo gitu gue berharap bisa ada kehidupan lagi, Ra! Tapi saat ini gue cuma minta sama lo, jangan nangis lagi. Dengan gitu aja udah cukup bikin gue bahagia sekarang. Gue seneng lo udah sadar kalo gue engga bener-bener pergi dari lo. Kapan pun itu, gue ada buat dengerin curhatan lo. Dan inget, Ra, engga selamanya kita pisah, ini cuma sementara. Suatu saat kita pasti ketemu lagi. Karena gue sayang sama lo... Bocah!”

Saturday, November 26, 2011

WEIRDilawenny

Like my twitter username.. @WEIRDilawenny. Kenapa ‘dengan bangga’ gue bilang bahwa gue ini WEIRD? Aneh? Yaaa.. semacam itu lah. Pada kenyataannya gue memang ngerasa bahwa gue ini bener-bener aneh. Aneh apa aja ya?

1. Gue ini penyakitan.
Penyakit yang gue maksud ini ya penyakit berkhayal yang edan-edanan. Sekali ada orang ngomong aneh dikit pasti langsung gue bayangin dan gue bisa ngakak berhari-hari buat ‘bayangan’ itu. Contoh nih, ya. Suatu hari gue lagi nyeritain tentang wakil ketua BEM Universitas yang jadi idola gue di kampus ke temen gue di rumah. Dia orang yang kalem, berwibawa, smart. Pokoknya anak BEM banget lah (engga kayak gue/ ketua BEM aneh) #jleb (“x_x). Gue nyerita bahwa gue ketemu si Akang X itu (kaya teroris ye?) dan dia pake baju batik kayak mau kondangan. Entah otak gue lagi konslet atau apa, lidah gue tanpa sadar malah nyebut ‘batik’ jadi ‘kebaya’. Triiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing.. #JedaDuaDetik
WAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
Tau lah apa yang gue bayangin. Sosok Akang X yang super duper kalem, berwibawa, smart, itu muncul di otak gue dengan kebaya ungu + kain samping + konde. Itu kejadiannya tahun 2009 lho. Dan sampai hari ini tiap ngebayangin itu aja gue masih suka kebayang. Ngerti, kan gimana anehnya gue. Udah terjamin gilanya deh dengan hasil ‘penelitian’ temen-temen gue.

2. Gue ini makhluk malam.
Aktifitas produktif gue justru terjadi malam hari. Kalau siang biasanya gue habisin dengan duduk di depan laptop buat online berjam-jam, kalau engga ya tidur. Sementara malam hari gue bisa punya inspirasi nulis, bahkan malem tadi gue nyetrika baju. Orang gila mana yang nyetrika baju jam 12 malam? (o_O)
Sebenernya awal ‘penyakit’ gue ini gara-gara banyak kejadian aneh yang gue alamin pas malam hari. Beberapa hampir ngerenggut nyawa gue. Ya, beberapa kali gue dibangunin sama suara teriakan gara-gara gempa bumi. Ada juga gue kebangun gara-gara sesak nafas. Sesak nafas kenapa? Rumah gue udah penuh sama bau gas elpiji. Malam itu tabung gas di rumah gue bocor tanpa sebab. Dengan persiapan mati tiap detiknya gue jalan ke lantai bawah (kamar gue di lantai atas) dan begitu sampai dapur gue ngedenger suara mendesis keras dari tabung gas. Gue makin panik dan manggil bokap yang detik itu juga langsung loncat kaget dari tempat tidurnya. Atas perlindungan Tuhan gue dan keluarga masih bernafas sampai sekarang.
Jaaaaaaaauh sebelum insiden itu ada hal lain, sih. Sebenernya gue sempat bisa ‘berhubungan’ hmmmm.. bukan berhubungan kali, ya. Tepatnya bisa ‘dihubungi’ sama makhluk yang beda dunia. Mulai SMP kelas 3 gue baru bisa ‘ngeliat’. Dan mereka nampakin diri memang pas malam. Awalnya gue engga percaya. Tapi waktu temen bokap lagi maen ke rumah dan ngeliat gue, dia bilang gue ‘diikutin’ sama ‘seseorang’ dari umur gue 3 taun. Ya, believe it or not. Yang jelas hal itu sampai saat ini bikin gue rada phobia tidur malam + sendiri. Intinya selama ini gue engga pernah tidur, cuma ketiduran. Selebihnya sebisa mungkin gue usahain buat stay up all nite long.

3. Gue ini pengen punya kekuatan super.
Like a super hero. Kalau diizinin punya satu kekuatan. Yang paling pengen gue jadiin kekuatan super gue adalah ngeluarin jiwa gue dari dalam raga gue sementara waktu. Bukan mati, lho! #horror! (>_<) Yaaa.. misalnya gue lagi diem di kelas ngerjain UAS. Gue pengen semua orang di kelas ngeliat gue lagi duduk diem di kursi. Padahal jiwa gue melayang ke kursi mahasiswa terpinter di kelas dan nyontek isinya #PLAK! Hahahahahaha.. Just kidding! Itu contoh doang. Kalau beneran bisa, sih kekuatan super gue itu mau gue gunain pas malam. Karena gue takut sama malam, gue pengen setiap malam pura-pura tidur di rumah. Padahal gue pergi melayang keliling kota. Gue bener-bener takut tidur setiap malam. Gue pengen ngabisin setiap malam dengan pergi ke tempat-tempat yang pengen gue kunjungin. Karena anehnya juga gue suka banget sama suasana kota di malam hari sepi. Mirip jaman dulu.



4. Gue ini cewek old school bin jadul.
Film indonesia favorit gue? GIE. Tempat nongkrong favorit gue? Museum. Buku pelajaran yang paling banyak gue baca pas SMA? Sejarah. Keinginan terbesar gue? Bisa hidup satu hari aja di tahun 50-an. Gue orang yang engga bisa maju kali, ya? Hahahahaha.. Engga juga, kok. Tapi ya itu. Dari hal-hal yang gue sebut di atas, kayaknya gue itu orang yang bener-bener tertarik dengan hal yang berbau masa lalu. Suka banget sama suasana masa lalu. Di mana kota ini engga banyak bangunan. Jaman kita ngga tergantung sama teknologi. Engga banyak kendaraan pribadi bermesin. Jaman kemana-mana jalan kaki. Jaman deg-degan nunggu tukang pos. Jaman pak Pos itu jadi idola. Jaman ngoleksi surat cinta, bukan sms dari pacar atau kecengan, jaman pemuda bener-bener berperan buat negara #kumatMAHAsiswanya. Meskipun engga ada mall, laptop, internet, hape, bahkan iPod belahan jiwa gue. Kayaknya gue lebih bahagia hidup di jaman itu.


5. Gue ini si tomboy yang feminin.
Orang-orang kebanyakan kemakan sinetron jaman sekarang. Siapa bilang cewek tomboy engga suka dandan? Engga bisa pake high heels? Gue pernah cerita, kan bahwa gue ‘berubah’ boyish pas ada preman sekolah di SD yang nge-buli gue. Tapi gue engga kayak cewek tomboy lainnya yang punya potongan rambut cepak mirip tentara, ngerokok, pake tattoo, terlebih ngejek-ejek cewek feminin. Engga suka engga usah ngejek, deh. Bukan cewek feminin yang engga normal, tapi LO!!
Dandanan gue memang cuek. Celana jeans+kaos polos masih jadi favorit gue ke mana-mana. Apalagi converse warisan dari kakak gue yang udah dibuang nyokap gara-gara engga mau anaknya ini keliatan kayak gembel. Mom, it’s converse!
▲▲▲ converse kesayangan gue ToT R.I.P

Ya, dandanan sehari-hari + sikap gue memang boyish. Tapi gue engga “mengutuk” cewek berdandanan feminin, kok. Gue cuma engga suka cewek manja. Itu pun karena gue engga suka mereka diremehin orang-orang. (Udah cocok jadi Duta Wanita Indonesia belum?? #LHO!) FAKTANYA!!! Gue sukaaaaaaaaaa banget sama girl stuff macam aksesoris yang bejibun di mall-mall itu. Yang tokonya warna pink semua. Hahahaha. Really. Kalo cewek-cewek tomboy gengsi berat masuk toko begituan gue malah suka. Gue suka ngeliat cincin-cincin yang manis, kalung-kalung cewek berwarna silver dengan liontin lucu. I definitely love pink! Warna pantangan buat cewek tomboy, kan? Tapi gue suka, kok. Meskipun bukan warna favorit gue, sih. Gue juga sukaaaaaa banget make-up-an dan high heels.

Suka banget ngeliat sepatu high heels yang lucu-lucu di toko. Rasanya pengen beli dan ngoleksi semuanya. ;) Gue engga make-up-an atau pake high heels ke kampus sebatas karena tempatnya engga tepat. Dandan + pake sepatu high heels kan engga cocok buat di lingkungan pendidikan. Toh begitu lulus gue mulai belajar and I like it so much! Tapi meskipun casing-nya so girly, jiwa tetap reman. Hahahahahahahahahahaha.

6. Gue ini si tomboy yang penakut.
Orang kalo udah tau gimana galaknya gue pasti nyangka gue ini engga ada takutnya. Orang pertama yang naklukin preman sekolah pas SD. Anak basket di SMP. Anak Tae Kwon Do di SMA. Gue pernah patroli di WC angker sebuah tempat perkemahan sendirian (jaman OSIS SMA). Pernah pulang dari Jatinangor ke Bandung jam 1 malem sendirian pake motor. Ngelewatin jalan serem di kampus tengah malem sendirian. Tapi di balik itu gue punya baaaaaaaaaaanyak banget hal yang ditakutin. Pertama ya itu tadi, tidur malam. Kedua, suara keras. Gue pernah ngerasa petir yang super duper besar nyamber satu jengkal di depan hidung gue. Kejadiannya pas gue SD. Sejak itu gue takut suara besar dan petir (Ligyrophobia & Brontophobia). Sisanya gue takut banget sama balon yang beniiiiiiiiing banget tanda gampang pecah, gue takut tabung gas, gue takut kembang api yang biasa buat tahun baru. Ketiga, I HATE INSECTS!! Khususnya kecoa dan laba-laba. Gue takut cicak dan reptil-reptil kecil lainnya.

7. Gue ini si jutek yang humoris.
Meet me, I swear you don’t even want to know me. Know me, I swear you don’t even want to be as crazy as I am. ;)